”Kulukiskan lagi sebuah ingatan.. yang mungkin telah terlupakan jauh dulu.. kau sapa hangat hariku.. mengungkap kebahagiaan yang terpendam.. sejenak penuh arti.. mungkin kita tak harus jadi satu.. tapi cukup bagiku kehadiranmu.. dan ternyata kau sanggup mengurung rasaku.. tuk bertemu lagi denganmu.. dan ternyata perpisahan dulu mungkin itu luka.. tapi kutetap menjaga.. mengenang dirimu dihatiku.. dan ternyata indah..” (Kerispatih – Dan Ternyata)

”Kutau ini jalan yang terbaik untuk kita.. meski harus sakitnya terasa menikam jiwa.. untuk berpisah denganmu.. dan melawan semua rasa yang ada.. tak pernah terfikir oleh ku… lupakan saja cerita kita.. yang mungkin pernah tertanam dalam hati.. memang tak mudah berlari jauh.. meninggalkan manis senyummu.. kau yang pernah singgah dihatiku memberi damai.. namun perbedaan antara kita memupuskan itu.. kini ku jauh darimu.. mencoba melawan hasrat yang ada.. sungguh tak terfikir olehku.. lupakan saja cerita kita yang mungkin pernah tertanam dalam hati.. memang tak mudah berlari jauh meninggalkan manis senyummu.. tapi ku sadar yang ada.. hanya bayang semu dirimu…” (Kerispatih – Berpisah)

Lagi-lagi.. lagu ini mengingatkan aku tentang dirinya.. seandainya aku bisa memutar waktu, sungguh ingin hati ini kembali merasakan saat indah bersama dirinya.. walau sampai saat ini.. aku slalu meneteskan air mata bila kuingat semua tentang dirinya.. ya.. tetesan air mata bahagia bercampur luka.. Dengan sisa-sisa ketegaran yang ada.. mencoba mengenang sejenak kebahagiaan indahnya dicintai.. hingga sampai ketitik perpisahan yang menyisakan luka begitu dalam.. pahit memang..!! tapi masih terasa indah untuk dikenang..!! ya! tadi malam.. kembali kucoba, melukiskan semua ingatan tentang dirinya.. mencoba memutar waktu mengingat kembali saat-saat indah bersama dirinya.. merasakan manis getir yang teralun.. hingga sampai ketitik perpisahan yang menyisakan luka begitu dalam.. aku fikir kehadirannya saja belum cukup menggantikan semua hasrat ini.. Sebuah hasrat yg begitu dalam dan masih tersimpan dalam dada.. ”jalannya setapak tapi terasa berbatu” rasa ini yg sedang aku alami.. setiap hari setiap waktu aku bertemu dengan dirinya.. tapi rasa ini tetap tak bisa kuungkapkan, selalu tertahan dalam dada.. terkurung oleh luka yang ku rasa.. dan masih tersimpan dalam hati.. aku hanya bisa menunggu, menunggu waktu yang tepat untuk bertemu dengannya hingga aku bisa mengungkap semua hasrat yg masih terbelenggu dalam dada.. hingga pada akhirnya aku harus rela meninggalkan semua indahnya kepingan waktu dan kenangan.. walau rasa ini akan berakhir untuk selamanya..

”Aku akan ada.. diantara ketiadaan cinta untukku..!!”

Leave a Reply